Tutorial Indexing Memakai Google Webmaster Tools (GWT)

Assalamualaikum sob, tulisan kali ini berisi tutorial dasar indexing memakai GWT.

Setelah kita membuat konten yang bagus, langkah selanjutnya adalah mengusahakan, agar situs kita terindex. Hanya jika situs terindex, situs kita bisa tampil di halaman google search.

Indexing memakai GWT adalah cara paling mudah. Selain GWT sebenarnya ada beberapa cara lain, namun saat ini kita fokus di dasarnya dulu 😀

GWT sendiri juga berfungsi sebagai alat laporan, andaikata situs kita bermasalah dengan index. Google bot sendiri punya beberapa fase dalam indexing, namun ini akan kita bahas lain waktu InsyaAllah.

Kapan Kita Membutuhkan GWT?

Ada 3 fase utama sebuah website AGC: Pembibitan, Panen Raya, dan Gagal Panen. Pembibitan biasanya dilakukan di 3 bulan pertama pembuatan website. Saat inilah kita butuh-butuhnya index.

Dengan GWT kita bisa tahu kenapa indexing kita seret.

Kita juga tahu penyebabnya apa.

Bisa jadi karena speed, bisa jadi karena error.

Error bisa karena server error (500) atau not found (404).

Error ini bisa menyebabkan indexing melambat, atau berhenti.

Nah, data seperti ini kita butuhkan, agar bisa melakukan evaluasi, sebelum melangkah lebih jauh.

Beberapa Mitos Soal GWT untuk AGC

Tanya: Lho mas, AGC kok pakai GWT, emang aman?

Jawab: Sejauh ini ane belum menemukan bukti bahwa masukin situs ke GWT menyebabkan deindex sob 😀

Yup, kebanyakan ketakutan pengguna AGC seperti kita, adalah menggunakan produk Google. Konon jika memakai produk google akan gampang deindex.

Benarkah?

Sejauh ini ane tidak menemukan buktinya.

Jika mindset kita masih demikian, sebaiknya baca deh tulisan ane soal AGC Jahat :D. Disitu ane sebutin mengapa sebenarnya bukan manual atau auto yang dibenci google. 😀

Salah satu AGC ane berumur beberapa tahun sob, dan masuk GWT 😀

Tapi ane bisa aja salah sob, mohon diluruskan ya.

Nah, jika masih ingin meneruskan, berikut adalah beberapa cara indexing yang biasa dipakai ketika memakai GWT.

Indexing dengan Submit Sitemap

Setelah ente mendaftarkan situs ente ke GWT, pilih menu Crawl -> Sitemaps. Disitu kita bisa memasukkan sitemap untuk situs kita.

Submit sitemap punya kelebihan bisa menampung 50rb URL per sitemap, sitemap tersebut juga bisa dikumpulkan ke sitemap index.

Kelebihan lain, kita bisa tahu jenis konten seperti web atau image yang terindex, apakah terindex dengan baik.

Jika ente make WordPress, bisa pakai plugin Yoast SEO atay Google XML sitemap yang bisa memproduksi sitemap secara otomatis untuk blog kita.

Kekurangan submit sitemap, biasanya indexing tidak langsung instan. Laporan akan pending bisa 1-3 hari karena reporting Webmaster Tools tidak real time.

Indexing dengan Fetch & Render

Selain submit sitemap, fetch dan render adalah cara yang lebih cepat untuk memaksa index. Caranya cukup buka GWT, lalu pilih Crawl -> Fetch As Google.

Algoritma google terbaru sepertinya menghalangi situs baru terindex dengan cepat. Hal ini berlaku untuk deep page, untuk homepage sendiri tidak seberapa terpengaruh, dan teknik ini masih lumayan.

Indexing dengan Ping Sitemap

Cara ini sebenarnya bisa dilakukan tanpa GWT, plugin seperti XML Sitemap Generator bisa melakukannya otomatis. Caranya cukup kunjungi link berikut, jangan lupa ganti alamat domainente.com/sitemaps dengan alamat sitemap ente:

Berbagai URL untuk ping sitemap:

Penutup

Selain GWT ada beberapa alamat submit sitemap lain yang bisa kita pakai, yakni:

Ente bisa lakukan hal yang hampir sama dengan atas 🙂

Selamat menikmati 😀

 

 

 

 

Bukan mastah, suhu, atau sejenisnya, melainkan cuma seorang kapiten yang kalau berjalan prok prok prooook.

Keseharian ngurusin Dojo, script dan pemrograman, terutama bidang AGC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *