AGC itu JAHAT, Benarkah?

Berapa banyak yang berfikir demikian? Bisa jadi kita semua dicekokin dengan cerita yang sama. Karena itu, ane perlu menjelaskan semuanya, termasuk riwayat, kenapa saat ini pola pikir yang berkembang di kalangan internet marketer. Bahwa AGC itu JAHAT 😀 😀 😀

Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Dulu, saat AGC belum menyerang, kalau mau sukses katanya harus ngeblog. Bahwa Content is King. Pakar-pakar ngeblog promosinya sama: Tulislah yang kamu suka, maka sukses akan mengikuti.

Disaat itu, ada yang merasa tidak berbakat menulis, ada juga yang merasa jenuh ngeblog.

“Gimana caranya biar bisa ngeblog tanpa nulis manual”

Saat itu, setiap blog punya fitur yakni RSS. RSS sendiri kepanjangan dari Really Simple Syndicator. Dengan modal RSS reader, maka kita bisa baca tulisan di blog, tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

Saat itu, ada yang membuat plugin wordpress, fungsinya membaca RSS dari blog lain, dan mempostingnya di blog sendiri. Tujuan awalnya bagus, membuat web sindikasi karena saat itu blog belum umum, dan orang suka jika ada satu website, yang bisa mengkategorikan blog berdasarkan kesukaan.

RSS bisa disebut celah, akhirnya beberapa orang memakainya untuk posting otomatis.

Itulah awal munculnya autoblog.

Autoblog tidak dianggap cukup karena kurang bisa ranking di search engine. Maka saat itu ane mulai eksperimen, gimana ya kalo yang kita konsumsi bukan RSS, tetapi Google Blog Search? 😀

Mengapa Google Blog Search?

Karena kontennya cenderung fresh dan benar-benar dari blog saat itu.

Akhirnya ane membuat script “Auto Content” yang jika ada orang mencari di situs kita, andai kita nggak ada kontennya, pengunjung nggak hilang arah, karena ada referensi ke situs lain.

Inilah awal mula AGC: membantu pengunjung mendapatkan konten yang dia perlukan. Pengunjung mendapatkan referensi. Sementara website yang di scrap google blog, mendapatkan traffic, karena kita memang memajang URL mereka di situs kita. Solusi saling menang. 😀

Namun, keadaan tak selalu bagus 😀

Bagaimana AGC Disebut Jahat?

Seiring waktu, beberapa yang memakai script ini mulai tidak menampilkan URL sumber. Padahal, jika kita mengkopi tulisan orang, etikanya adalah kita sebaiknya menyertakan link sumber. Hal ini untuk menambah kredibilitas situs kita, juga sebagai ucapan terimakasih kepada pemilik konten.

Kenapa link sumber tidak ditampilkan?

  • Karena dianggap akan menurunkan ranking SERP.
  • Karena dia ingin orang muter-muter di situsnya, biar pageview meningkat.

Hasilnya,

  • Pemilik konten marah karena tidak dihargai. Dia nulis butuh waktu dan tenaga, title dan excerpt dikopi tanpa atribusi.
  • User marah karena tidak mendapat konten yang bermutu, muter-muter melulu.

Terlepas dari jenis kontennya, sejak itulah, AGC seolah menjadi musuh bersama Google, Pemilik Blog, dan Netizen 😀

Apakah Ada AGC yang Baik?

Orang: Mas boleh nanya2?

Ane: Boleh sob silakan…

Orang: Katanya AGC itu jahat mas, suka ngambil konten tanpa ijin..?

Ane: Yup sob, banyak AGC yang seperti itu 😀

Orang: Lha halal kah mas yang seperti itu?

Ane: Ane ga punya kapasitas jawab sob, tapi Allahua’lam bahwa AGC, seperti halnya website lainnya ada yang halal ada yang haram 🙂

AGC sendiri adalah salah satu tipe dari aplikasi website. Karena itu, hukum yang berlaku buat website atau aplikasi, juga berlaku buat AGC. Jadi, jika AGC dipersalahkan atas suatu hal, lihatlah apakah kita juga melakukannya saat main manual 😀

Nggak peduli manual atau AGC, jika kita kopas tanpa memberi kredit atau atribusi, maka ini jahat. Kopas manual konten orang dengan make tool, sama aja jatuhnya.

Nggak peduli manual atau AGC, jika kita membuat website yang merusak, seperti situs porno atau judi, ini jahat. Misalnya situs prediksi togel, satu situs manual, satu AGC. Ya sama aja :D.

Nggak peduli manual atau AGC, jika iklan yang kita tayangkan tak pantas, make teknik floating, maksa user click make clickjacker, terlalu mengganggu, maka ini juga jahat 😀

Nah, di luar sana ada banyak AGC yang baik, cuman karena pemilik situs umumnya tidak mau tersaingi, beberapa orang menganggap: Memperlihatkan situs kita sama dengan bom bunuh diri.

Mungkin ente tertarik melihat sudut pandang lain soal AGC: Finite.

Intinya sih sob, terserah ente make metode, teknik, script, ato apa. Daripada kita meributkan itu, mari kita fokus agar internet lebih baik. Mari kita pikirkan, dengan adanya situs kita, apakah memberi manfaat atau malah nyampah. Ketika ada situs kita, apakah orang terbantu atau malah terkelabui.

Mari buat Internet Lebih Baik


Google sendiri sebenarnya tidak tahu menahu apakah suatu situs auto atau manual, selama berguna buat user mereka, akan dipertahankan. Kesimpulan ini ane dapat setelah punya beberapa web AGC yang umurnya tahunan, ane juga tau ada jg orang lain yang punya AGC awet kayak gini.

Yang penting, sebuah situs itu baik, jika:

  • Sumber kontennya baik
  • Tidak ada yang didzolimi
  • Kontennya baik
  • Cara dapat ranknya baik
  • Monetizenya baik
  • Manfaatnya lebih besar daripada mudharatnya.

Jika AGC maupun manual masih belum memenuhi syarat di atas, maka perlu kita evaluasi agar lebih baik.

Ngomong-ngomong soal evaluasi, mungkin ente tertarik membaca pembahasan ane mengenai Kaizen AGC.

Tulisan ini pun tidak sempurna, bisa jadi ada cacat disana sini, namun jika ada salahnya, mohon luangkan waktu untuk memberitahu ane. InsyaAllah ane termasuk orang yang mudah menerima nasehat. Aaamiiin.

Akhir kata, semoga tulisan ini mendatangkan manfaat. Jika ada baiknya, itu dari Allah, jika ada buruknya, itu murni kesalahan ane sendiri. Allah lebih tahu akan segala sesuatu.

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ane. InsyaAllah kita sambung lain waktu sob.

Bukan mastah, suhu, atau sejenisnya, melainkan cuma seorang kapiten yang kalau berjalan prok prok prooook.

Keseharian ngurusin Dojo, script dan pemrograman, terutama bidang AGC.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *